Rabu, 16 Mei 2012

e-KTP Sintang Sulit Capai Target


Penerapan e-KTP di Sintang sulit mencapai target akibat letak geografis yang sulit.
Kondisi ini sudah dirasakan pemerintah kabupaten itu, saat mulai menerapkan pembuatan KTP elektronik. “Kondisi geografis kami sulit, apalagi ditambah kondisi infrastruktur yang terbatas,” kata Kepala Desa Buntut Pimpin, Kecamatan Ambalau, Arjali, belum lama ini.
Di Kecamatan Ambalau, total ada 13 desa, lima di antaranya berada sangat jauh dari pusat kecamatan yakni Desa Buntut Purun, Menantak, Menahon, Kepala Jungai, dan Tanjung Andan. “Lima desa itu secara geografis sangat jauh, meskipun secara umum Kecamatan Ambalau saja sudah masuk kategori pedalaman dengan infrastruktur terbatas, apalagi lima desa itu,” paparnya.

Kader Posyandu Harus Terus Bergerak


Gerakan posyandu diharapkan peduli dan memihak kepada keluarga kurang mampu.
“Seluruh kegiatan posyandu harus diarahkan untuk memperkuat dan memberdayakan fungsi keluarga yang mandiri, sejahtera, dan dinamis. Oleh karena itu setiap kader posyandu harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai,” pesan Bupati Sintang, Milton Crosby, saat membuka Jambore Kader Posyandu tingkat Kabupaten Sintang, Senin (14/5).
Menurut Milton, upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata. Syaratnya, kata dia, apabila sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, seperti posyandu dapat dilakukan secara berdaya guna. Gerakan ini bisa menjangkau semua sasaran yang membutuhkan layanan tumbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas.
Milton berharap, Jambore ini sebagai sarana pembelajaran bagi kader posyandu. “Manfaatkan momen ini sebagai sarana pembelajaran untuk menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman peran dan fungsi kader posyandu agar ke depan terdapat keselarasan program dan kesamaan visi dalam melaksanakan berbagai kegiatan di desa masing-masing,” harap Milton.

Kunci - Kunci Coreldraw


F2                               untuk zoom out
F3                                untuk zoom in
F12                             untuk menampilkan menu outline
Ctrl+space bar          untuk menetralkan kursor
Ctrl+G                        untuk mengGroup objek
Ctrl+U                        untuk mengUnGroup objek

W                                untuk memasukan photo ke frame
Q                                 untuk mengatur posisi photo dalam frame
F                                  untuk menutup edit posisi photo
X                                 untuk mengeluarkan photo dalam frame
Z                                  untuk merubah editan photo menjadi bitmaps

UKURAN CETAK FOTO


2R Dompet : 5,25 x 7 cm 
2R : 6×9cm
3R : 8.9×12.7cm
4R : 10.2×15.2cm
5R : 12.7×17.8cm
5RS: 12.7×20.3cm
6R : 15.2×20.3cm
8R/10R : 20.3×25.4cm
10RS : 20.3×30.5cm
12R : 28.4×35.3cm
14R : 30.5×40.5cm
16R : 40×50cm
20R : 50×60cm

Kabupaten Sintang


Kabupaten Sintang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sintang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 32.279 km² dan berpenduduk sebesar ± 500.000 jiwa. Kepadatan penduduk 16 jiwa/km2 yang terdiri dari multi etnis dengan mayoritas suku Dayak dan Melayu.
Daerah Pemerintahan Kabupaten Sintang pada tahun 2005 terbagi menjadi 14 kecamatan, 6 kelurahan dan 183 desa. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Ambalau dengan luas 29,52 persen dari total luas wilayah Kabupaten Sintang, sedangkan luas masing–masing kecamatan lainnya hanya berkisar 1–29 persen dari luas Kabupaten Sintang. Secara umum Kabupaten Sintang luasnya hampir menyamai luas Provinsi Sumatera Utara.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang merupakan perbukitan dengan luas sekitar 22.392 km2 atau sekitar 69,37 persen dari luas Kabupaten Sintang (32.279 km2). Kabupaten Sintang merupakan kabupaten terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu setelah Kabupaten Ketapang.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak.
Mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini adalah petani sawit dan karet.